HUT ke-48 Korpri: Orientasi Birokrasi Bukan Pada Prosedur, Tetapi Hasil Konkret

By bkpsdm_i.w 30 Nov 2019, 18:38:57 WIB Nasional
HUT ke-48 Korpri: Orientasi Birokrasi Bukan Pada Prosedur, Tetapi Hasil Konkret

Gambar : Deputi BKN Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian (PMK), Haryomo Dwi Putranto. (foto: mia)


akarta – Humas BKN, Perjalanan Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) kini telah menginjak usia ke-48 tahun. Seluruh anggota Korpri yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia, termasuk mereka yang bertugas di pelosok negeri, pulau-pulau terdepan, perbatasan dan wilayah terisolir merayakan peringatan HUT ke-48 Korpri. Suasana perayaan juga serentak terlaksana di Kantor Pusat Badan Kepegawaian Negara (BKN), seluruh Kantor Regional (Kanreg) dan Unit Pelayanan Teknis (UPT) BKN pada Jumat, (29/11/2019).

Deputi BKN Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian (PMK), Haryomo Dwi Putranto. (foto: mia)

Deputi BKN Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian (PMK), Haryomo Dwi Putranto selaku Ketua Dewan Pengurus Korpri BKN menggarisbawahi beberapa poin dalam sambutan Penasihat Nasional Korpri, Presiden RI, yang dibacakan Haryomo saat menjadi inspektur upacara peringatan HUT Korpri, Jumat pagi.

Dalam sambutannya, seluruh anggota Korpri diminta mengubah orientasi birokrasi dari sekadar bersifat prosedur menjadi hasil kerja nyata. “Karena itu, saya mengajak seluruh anggota Korpri untuk mengambil jalan perubahan, melakukan reformasi secara berkelanjutan. Tidak ada lagi pola pikir lama. Tidak ada lagi kerja linear. Dan tidak ada lagi kerja rutinitas. Birokrasi harus berubah. Kita harus membangun nilai-nilai baru dalam bekerja, cepat beradaptasi dengan perubahan,” ungkapnya.

Dalam sambutan itu, Presiden juga mengimbau agar lini birokrasi mengurangi kegiatan seremonial yang sifatnya rutinitas, dan meningkatkan produktivitas yang berorientasi pada hasil. Tugas birokrasi adalah memastikan rakyat terlayani dengan baik serta program-program pembangunan betul-betul terlaksana, dirasakan manfaatnya oleh rakyat. Sekadar melayani saja sudah tidak cukup, pelayanan yang diberikan harus baik dan diimbangi dengan kemudahan serta kecepatan.

Presiden mengungkapkan panjangnya rantai pengambilan keputusan juga harus bisa dipotong, dipercepat dengan cara penerapan teknologi. “Bahkan saya sudah minta eselonisasi di birokrasi dipangkas, sehingga pengambil keputusan bisa lebih cepat. Di era persaingan antarnegara yang semakin sengit seperti saat ini jika kita lambat, kita pasti tertinggal. Karena itu ukurannya adalah bukan lebih baik dari sebelumnya tapi lebih baik dari negara lain yang menjadi saingan kita,” pesannya.

Terakhir Penasihat Nasional Korpri itu mengapresiasi seluruh komponen ASN (anggota Korpri) yang telah menjalankan tugas dengan penuh dedikasi untuk memastikan negara hadir di seluruh penjuru tanah air. des

sumber : bkn.go.id




Video Terkait:

Write a Facebook Comment

Komentar dari Facebook

View all comments

Write a comment